Sebutkan Beberapa Penyakit Yang Berhubungan Dengan Sistem Kekebalan Tubuh

Sebutkan Beberapa Penyakit Yang Berhubungan Dengan Sistem Kekebalan Tubuh – Ayo pelajari sistem pertahanan tubuh manusia! Ada sistem pertahanan tubuh spesifik dan sistem pertahanan tubuh non spesifik. Apa bedanya? –

Tahukah kamu bagaimana rasanya ada debu di matamu? Gak enak, rasanya perih. Sakit sekali sampai air mata keluar dari mataku. Namun setelah air mata keluar, lama kelamaan rasa sakit itu mulai hilang.

Sebutkan Beberapa Penyakit Yang Berhubungan Dengan Sistem Kekebalan Tubuh

Sebab, debu yang masuk ke mata akan terbuang melalui air mata. Eh, tapi saat kamu menangisi mantanmu, rasanya air mata itu tak mampu menghilangkan perasaan yang masih kamu miliki padanya. Huh 🙁

Jenis Penyakit Yang Disebabkan Virus

Karena air mata kita mampu melindungi mata dari benda asing yang masuk ke mata, maka bisa dikatakan air mata adalah salah satu bentuk perlindungan bagi tubuh. Selain air mata, tubuh punya cara lain untuk melindungi dirinya.

Ngomong-ngomong, apa yang dimaksud dengan sistem pertahanan tubuh? Sistem pertahanan tubuh adalah sistem yang melindungi tubuh dari partikel berbahaya, patogen, benda asing penyebab penyakit, dan sel-sel tubuh yang tidak normal. Sistem pertahanan tubuh disebut juga dengan sistem imun atau imunitas.

Sistem pertahanan tubuh pada manusia terbagi menjadi dua bagian, yaitu sistem pertahanan tubuh spesifik dan sistem pertahanan tubuh non spesifik. Ketika tubuh pertama kali menerima “serangan” dari luar, maka yang pertama kali menyerang adalah sistem pertahanan non-spesifik tubuh. Jika “serangan” tersebut berhasil menembus pertahanan non spesifik, maka sistem pertahanan spesifik tubuh akan bekerja.

Untuk lebih memahaminya, kita akan membahasnya satu per satu dengan urutan di atas. Ayo, kita bicarakan!

Penyakit Yang Sering Menyerang Sistem Reproduksi Wanita

Pertahanan non spesifik tubuh bekerja dengan cara mengenali dan menyerang semua jenis antigen yang masuk ke dalam tubuh. Pertahanan non spesifik tubuh terbagi menjadi dua bagian yaitu eksternal dan internal. Apa bedanya?

Pertahanan nonspesifik eksternal merupakan pertahanan terluar tubuh dan tugasnya melindungi antigen agar tidak masuk ke dalam tubuh. Misalnya kulit, selaput lendir dan kelenjar lakrimal.

Seperti yang Anda ketahui, kulit merupakan bagian tubuh yang paling luar, sehingga kulit dapat berperan sebagai penghalang antigen. Sedangkan mukosa merupakan lapisan yang melapisi bagian dalam organ tubuh, seperti saluran pernafasan dan pencernaan. Nah, mukosa inilah yang bisa menghasilkan lendir yang akan memerangkap antigen sehingga antigen tersebut tidak bisa masuk ke dalam sel tubuh.

Jika kelenjar lakrimal berbeda, ini dia. Kelenjar lakrimal berperan dalam produksi air mata, yang juga berperan dalam perlindungan eksternal nonspesifik, karena fungsi air mata adalah membersihkan mata dari segala macam benda asing yang masuk ke mata.

Vitamin C,d, E, Dan Zinc; Mikronutrisi Untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Pertahanan nonspesifik intrinsik merupakan pertahanan tubuh yang akan beroperasi jika terdapat antigen yang dapat menembus pertahanan nonspesifik eksternal tersebut.

C. Sel NK (pembunuh alami) untuk menghancurkan sel yang terinfeksi serta sel mast yang terlibat dalam peradangan (inflamasi)

Eh, peradangannya gimana? Peradangan merupakan respons tubuh terhadap antigen yang masuk ke dalam tubuh, yang dapat ditandai dengan pembengkakan, demam, luka, atau gatal-gatal. Peradangan ini dipicu oleh senyawa sitokin yang diproduksi oleh makrofag dan juga oleh histamin yang diproduksi oleh sel mast.

Sitokin bekerja menarik sel darah putih, seperti neutrofil, ke tempat peradangan. Sedangkan histamin berfungsi melebarkan pembuluh darah sehingga memudahkan sel darah putih masuk ke dinding kapiler darah. Oh ya, adanya histamin juga menjadi penyebab area bengkak biasanya terasa gatal.

Penyebab Penyakit Infeksi, Penyebaran Dan Tips Pencegahannya

Nah, jika ternyata antigen yang menyerang kita sudah berhasil menembus sistem pertahanan non spesifik tubuh, maka saatnya memanggil jagoan selanjutnya yaitu sistem pertahanan spesifik tubuh!

Sistem pertahanan spesifik tubuh merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang bekerja ketika antigen berhasil masuk ke dalam cairan atau sel tubuh.

Mekanisme pertahanan seluler spesifik merupakan mekanisme pertahanan tubuh yang menyerang antigen yang telah menginfeksi sel-sel tubuh. Pemain utama yang terlibat adalah limfosit T. Limfosit T terbentuk di sumsum tulang tetapi matang di timus. Limfosit T ada tiga jenis, apa saja?

Sel T helper harus diaktifkan oleh APC (antigen presenting cell) agar dapat berfungsi. APC berfungsi untuk menampilkan fragmen antigenik pada permukaan selnya. Ketika fragmen antigenik ini berikatan dengan reseptor sel T helper, maka sel T helper akan teraktivasi.

Ketahui Gejala Kanker Serviks Di Setiap Stadiumnya

Sel T pembantu yang teraktivasi kemudian dapat mengaktifkan sel T sitotoksik. Sel T sitotoksik akan menghancurkan sel yang terinfeksi.

Pada saat yang sama ketika sel T pembantu dan sel T sitotoksik diaktifkan, beberapa di antaranya akan menjadi sel T memori yang akan mengingat antigen untuk mempercepat respons pertahanan seluler spesifik.

Pertahanan spesifik humoral adalah pertahanan tubuh terhadap antigen dalam cairan tubuh (darah dan cairan limfe). Pemeran utama yang berperan adalah limfosit B.

Limfosit B terbentuk dan matang di sumsum tulang belakang. Limfosit B dapat langsung diaktivasi oleh antigen untuk berubah menjadi sel B plasma dan sel B memori.

Informasi Lengkap Tentang Demam Berdarah

Sel B plasma bekerja menghasilkan antibodi. Antibodi adalah protein yang berfungsi mengikat dan menonaktifkan antigen. Setiap antibodi hanya dapat mengikat antigen tertentu.

Itulah tadi penjelasan lengkap mengenai sistem pertahanan tubuh manusia, baik spesifik maupun non spesifik. Sekarang kamu sudah pada tahu kalau tubuh kita itu keren banget karena mempunyai beberapa lapis perlindungan agar kita tidak mudah sakit. Jadi kalau kamu ingin mempertahankan status juara kelas, jangan lupa belajar di studio ya!

Artikel ini pertama kali ditulis oleh Siifa Chaerunis dan diperbarui pada 26 Mei 2022 oleh Kenya Swavikanti. Bakteri ada di sekitar kita, baik di lingkungan maupun di tubuh kita. Jika seseorang yang rentan terkena organisme berbahaya, maka dapat menyebabkan penyakit dan kematian.

Tubuh mempunyai banyak cara untuk melindungi diri dari patogen (organisme penyebab penyakit). Kulit, mukosa, dan silia (bulu halus yang menghilangkan partikel dari paru-paru) memberikan penghalang fisik untuk mencegah patogen memasuki tubuh.

Jenis Jenis Penyakit Kelamin Dan Gejala Yang Menyertainya

Ketika suatu patogen menginfeksi tubuh, pertahanan tubuh kita yang disebut sistem kekebalan diaktifkan dan patogen tersebut diserang dan dihancurkan atau dikalahkan.

Patogen adalah bakteri, virus, parasit atau jamur yang dapat menimbulkan penyakit pada tubuh. Setiap patogen terdiri dari beberapa bagian yang biasanya hanya terdapat pada jenis patogen tersebut dan penyakit yang ditimbulkannya. Bagian patogen yang menyebabkan produksi antibodi disebut antigen. Antibodi yang diproduksi untuk merespons antigen patogen merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Antibodi dapat diibaratkan sebagai tentara dalam sistem pertahanan tubuh Anda. Setiap antibodi atau tentara dalam tubuh kita dilatih untuk mengenali satu antigen spesifik. Ada ribuan antibodi berbeda di tubuh kita. Saat tubuh manusia pertama kali terpapar suatu antigen, sistem kekebalan memerlukan waktu untuk bereaksi dan menghasilkan antibodi yang spesifik terhadap antigen tersebut.

Ketika antibodi spesifik terhadap antigen tersebut diproduksi, mereka bekerja dengan sistem kekebalan tubuh lainnya untuk menghancurkan patogen dan menghentikan penyakit. Antibodi terhadap satu patogen biasanya tidak memberikan perlindungan terhadap patogen lain kecuali kedua patogen tersebut sangat mirip satu sama lain, misalnya sepupu. Setelah tubuh memproduksi antibodi untuk memberikan respon primer terhadap suatu antigen, tubuh juga menciptakan sel pengingat yang menghasilkan antibodi yang akan tetap hidup bahkan setelah antibodi tersebut mengalahkan patogen. Ketika tubuh terpapar patogen yang sama lebih dari satu kali, respons antibodi jauh lebih cepat dan efektif dibandingkan paparan pertama karena sel pengingat ini siap memompa antibodi untuk melawan antigen.

Artinya, jika di kemudian hari seseorang terpapar patogen berbahaya, sistem kekebalan tubuh orang tersebut akan mampu merespons dengan segera sehingga memberikan perlindungan terhadap penyakit.

Penyakit Penyerta Covid 19 Perlu Diwaspadai

Ketika mereka masuk ke dalam tubuh kita, patogen atau penyakit baru membawa antigen baru. Tubuh kita harus membuat antibodi spesifik untuk setiap antigen baru yang dapat menempel pada antigen tersebut dan mengalahkan patogen tersebut.

Beberapa vaksin memerlukan beberapa dosis sekali seminggu atau sebulan sekali. Terkadang waktu ini diperlukan untuk memastikan produksi antibodi jangka panjang dan perkembangan sel-sel yang dapat dipanggil kembali. Hal ini melatih tubuh untuk melawan organisme penyebab penyakit, sambil mengingat patogen untuk segera melawannya jika dan ketika terpajan kembali di masa depan.

Jika seseorang divaksin, kemungkinan besar orang tersebut akan terlindungi dari penyakit sasarannya. Namun tidak semua orang bisa divaksinasi. Orang dengan penyakit penyerta yang melemahkan sistem kekebalan tubuh (seperti kanker atau HIV) atau yang sangat alergi terhadap beberapa komponen vaksin mungkin tidak bisa mendapatkan vaksin tertentu. Orang-orang ini masih dapat terlindungi jika mereka tinggal di antara orang-orang yang telah divaksinasi. Ketika banyak masyarakat yang menerima vaksinasi, patogen akan sulit menyebar karena sebagian besar dari mereka yang terinfeksi sudah kebal. Jadi, semakin banyak orang yang menerima vaksinasi, semakin kecil risiko orang-orang yang tidak terlindungi oleh vaksin terkena patogen berbahaya. Situasi ini disebut kekebalan kelompok.

Kekebalan kelompok menjadi semakin penting bagi orang-orang yang tidak hanya tidak dapat menerima vaksinasi, namun juga lebih rentan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Tidak ada vaksin yang memberikan perlindungan 100%, dan kekebalan kelompok tidak memberikan perlindungan lengkap bagi mereka yang tidak dapat menerima vaksinasi dengan aman. Namun dengan kekebalan kelompok, orang-orang tersebut akan mendapat perlindungan yang signifikan karena orang-orang di sekitarnya sudah divaksinasi.

Faktor Lingkungan Yang Dapat Mempengaruhi Kesehatan Kamu

Vaksinasi tidak hanya melindungi Anda, tetapi juga melindungi masyarakat yang tidak dapat menerima vaksinasi. Jika Anda bisa mendapatkan vaksinasi, pastikan Anda mendapatkan vaksinasi.

Ketika suatu komunitas divaksinasi, semua orang terlindungi, termasuk orang-orang yang tidak dapat divaksinasi karena penyakit penyerta. Sepanjang sejarah, manusia telah berhasil mengembangkan vaksin terhadap beberapa penyakit yang mengancam jiwa, seperti meningitis, tetanus, campak, dan polio.

Pada awal tahun 1900-an, polio merupakan penyakit yang menyebar ke seluruh dunia dan melumpuhkan ratusan ribu orang setiap tahunnya. Pada tahun 1950, dua vaksin yang efektif melawan penyakit ini telah dikembangkan. Namun di beberapa belahan dunia, vaksinasi masih belum merata untuk menghentikan penyebaran polio, khususnya di Afrika.

Penyakit yang ditandai dengan rusaknya sistem kekebalan tubuh yaitu, penyakit yang merusak kekebalan tubuh, penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, penyakit sistem kekebalan tubuh, penyakit yang mengganggu kekebalan tubuh, sebutkan 4 pola hidup sehat yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh, sebutkan cara meningkatkan kekebalan tubuh, sebutkan macam makanan sehat bergizi yang cocok untuk kekebalan tubuh, penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh adalah, penyakit yang menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh, sebutkan kunci dari kekebalan tubuh yang kuat, penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *