Pengaruh Suhu Terhadap Kerja Enzim

Pengaruh Suhu Terhadap Kerja Enzim – Pembahasan Grafik yang ditunjukkan pada soal menggambarkan pengaruh suhu (sumbu X) terhadap laju aktivitas enzim (sumbu I). Berdasarkan grafik, suhu terbaik agar enzim dapat bekerja adalah C, dimana pada suhu C laju reaksi paling baik. Namun jika enzim berada pada suhu di atas atau di bawah suhu maksimumnya maka aktivitas enzim akan menurun. Hal ini disebabkan karena pada suhu tinggi enzim dapat mengalami denaturasi, sedangkan pada suhu rendah enzim dapat menjadi tidak aktif. Jadi jawaban yang benar adalah D.

Grafik yang ditunjukkan pada tugas menggambarkan pengaruh suhu (sumbu X) terhadap kecepatan aktivitas enzim (sumbu I). Berdasarkan grafik tersebut, suhu optimum agar enzim dapat bekerja adalah

Pengaruh Suhu Terhadap Kerja Enzim

C laju reaksi akan optimal. Namun jika enzim berada pada suhu di atas atau di bawah suhu maksimumnya maka aktivitas enzim akan menurun. Hal ini disebabkan karena pada suhu tinggi enzim dapat mengalami denaturasi, sedangkan pada suhu rendah enzim dapat menjadi tidak aktif.

Pengaruh Ph Pada Aktivitas Enzim

Salah satu faktor yang mempengaruhi aktivitas enzim adalah suhu. Manakah pernyataan berikut yang benar tentang pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim? 1k+ 4,5Jawaban terverifikasi

Lihatlah grafik di bawah ini! Pernyataan di bawah ini yang benar mengenai grafik adalah… 1k+ 2.0 Jawaban Tercentang

Perhatikan pernyataan di bawah ini! Jika suhu terlalu rendah, enzim berada dalam keadaan tidak aktif. Laju reaksi menurun seiring dengan meningkatnya suhu. Kebanyakan enzim mempunyai suhu optimum… 205 1.0 Jawaban Tercentang PENGARUH pH DAN SUHU TERHADAP AKTIVITAS ENZIM AMILASE NAMA : MUHAMMAD AL MUSTAVA NIM : H311 14 009 KELOMPOK : UG (USA) HARI/TANGGAL UJI COBA : SELASA/5 . MARET 2016. BANTUAN: DUA NICHE

1 Keunggulan Eksperimen Dari eksperimen, praktisi dapat mempelajari cara menentukan pH dan suhu optimal untuk aktivitas enzim serta mempelajari pengaruh pH dan suhu optimal terhadap aktivitas enzim amilase.

Biot4 B5 Enzim

2 Enzim Enzim pertama kali diidentifikasi sebagai protein oleh Sumner pada tahun 1926, yang berhasil mengisolasi urease dari ‘sword kara’ (kacang). Urease adalah enzim yang memecah urea menjadi CO 2 dan NH 3. Beberapa tahun yang lalu Northrop dan Kunitz mampu mengisolasi pepsin, trypsin dan chymotrypsin. Selain itu, semakin banyak enzim yang diisolasi dan enzim tersebut terbukti merupakan protein (Poedjiadi, 1994). Enzim berasal dari bahasa Yunani, enzym, yang artinya menyebabkan perubahan. Perubahan yang disebabkan oleh enzim ini salah satunya dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya kita sering melihat buah yang awalnya mentah menjadi matang. Enzim adalah katalis untuk setiap reaksi biologis dan kimia yang terjadi di dalam tubuh. Oleh karena itu, enzim merupakan pekerja tubuh yang tidak dapat dimusnahkan (Suranto, 2011). Ada tiga kelompok utama enzim dalam tubuh manusia, yaitu enzim makanan, enzim pencernaan, dan enzim metabolisme. Di antara sekian banyak enzim makanan, hanya enzim selulase yang tidak diproduksi oleh tubuh manusia. Enzim disintesis oleh sel hidup dan bekerja secara intraseluler dan ekstraseluler. Enzim yang bekerja secara intraseluler, misalnya katalase, bertugas memecah senyawa berbahaya, salah satunya terdapat pada sel hati. Ada enzim ekstraseluler yang diproduksi oleh sel tetapi bekerja di luar sel. Misalnya, enzim amilase memecah pati menjadi maltosa. Selain bekerja di dalam dan di luar sel, enzim juga mempunyai kontrol internal

Mereka menghambat enzim. Penghambatan bahan kimia tertentu dapat menjadi sumber pemahaman mekanisme kerja enzim, dimana inhibitor spesifik sering digunakan untuk mengidentifikasi residu penting untuk katalisis (Berg, et al., 2002). Berdasarkan uji pH aktivitas enzim amilase diperoleh hasil bahwa nilai pH enzim amilase optimal adalah 6,0. PH berhubungan dengan struktur enzim yang terdiri dari asam amino. Perubahan pH suatu larutan mencerminkan perubahan jumlah ion H+ dalam larutan. Jumlah ion yang ada dapat mempengaruhi struktur enzim yang tersusun dari asam amino, terutama ikatan hidrogen. Aktivitas suatu enzim berkaitan dengan strukturnya, sehingga perubahan struktur menyebabkan perubahan aktivitas enzim. Sedangkan pada pH optimal, jumlah ion H+ dalam larutan tidak mempengaruhi konformasi enzim, sehingga konformasi substrat sama dengan konformasi enzim. Hal ini menyebabkan interaksi antara enzim dan substrat meningkat, sedangkan pada pH tertinggi aktivitas enzim paling tinggi (Sebaiar, 2005)

2 Faktor yang Mempengaruhi Aktivitas Enzim Semua air liur manusia mengandung banyak enzim yang diperoleh dari kelenjar ludah, mikroorganisme mulut, cairan usus, sel epitel, dan sumber lainnya. Mengonsumsi makanan dapat mempengaruhi aktivitas enzim, hal ini dapat terjadi karena makanan itu sendiri mengandung enzim yang meningkatkan kapasitas enzimatik kelenjar ludah untuk sementara. Aktivitas umum enzim ludah dipengaruhi oleh obat-obatan, merokok, keadaan kesehatan mulut dan kebersihan mulut, sifat kimia dari terapi gigi yang digunakan, kesehatan umum dan faktor lainnya (Tenovuo, 1999).

Pati merupakan polisakarida yang banyak terdapat di alam, yaitu pada sebagian besar tumbuhan. Pati atau dalam bahasa sehari-hari disebut pati terdapat pada umbi, daun, batang dan biji. Pohon sagu mengandung pati yang bila dikeluarkan dapat dijadikan makanan oleh masyarakat daerah maluku. Umbi-umbian yang terdapat pada ubi jalar atau akar ubi kayu atau ubi kayu banyak mengandung pati, karena selain digunakan sebagai sumber karbohidrat, singkong juga digunakan sebagai bahan baku pabrik tapioka (Poedjiadi, 1994). Pati terdiri dari dua jenis polisakarida, dua di antaranya merupakan polimer glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20-28%), dan satu lagi amilopektin. Amilosa terdiri dari 250-300 unit D-glukosa yang dihubungkan oleh ikatan 1,4-α-glikosidik dan beberapa ikatan 1,6-glikosidik. Adanya ikatan 1,6-glikosidik menyebabkan terjadinya percabangan, sehingga molekul amilopektin membentuk rantai terbuka dan bercabang (Poedjiadi, 1994). Molekul amilopektin lebih besar dari molekul amilosa karena

Mohon Di Jawab Ya Soalnya Saya Kurang Paham

Gambar 1. Bengkuang (Tjitrosoepomo, 2000). Klasifikasi bengkuang adalah sebagai berikut (Tjitrosoepomo, 2000): Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Divisi: Spermatophyta Subdivisi: Magnoliophita Kelas: Magnoliopsida Ordo: Fabales Famili: Fabaceae Genus: Pachirhizus Spesies: Famili Pachirhizus dengan ciri-ciri dari famili Fachirhizus keberadaannya di buah-buahan yang disebut polong. Keluarga ini berisi bunga banci

3 Bahan Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini antara lain larutan kanji 1%, air liur encer, buffer fosfat pH 8,0; 7, 4; 7, 0; 6, 8; 6, 2; 6, 0; 5, 8 dan 5, larutan NaCl 0,1 M, larutan yodium 0,01 M, air suling, asam asetat, es batu dan tisu gulung.

3 Alat Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini antara lain tabung reaksi, tempat tabung reaksi, gelas kimia 100 mL, pipet tetes, pipet timbang, pelat tetes, botol semprot, alat ukur, inkubator, hotplate, dan pusaran.

3 Cara Kerja 3.3 Penentuan pengaruh pH terhadap aktivitas enzim Siapkan 8 tabung reaksi dan masing-masing diisi dengan 2,5 mL larutan buffer fosfat, mis. pH 8,0; 7, 4; 7, 0; 6, 8; 6, 2; 6, 0; 5, 8; 5.0. Kemudian, 2,5 mL larutan kanji 1% dan 2 mL NaCl 0,1 M ditambahkan ke dalam larutan buffer fosfat. Tabung reaksi yang berisi larutan pH 8,0 dan pH 7,4 diasamkan dengan 0,5 mL asam asetat. Setelah itu ditambahkan 5 tetes iodium hingga warnanya berubah menjadi biru. Semua tabung ditempatkan dalam inkubator pada suhu 38°C selama 5 menit. Setelah 5 menit ditambahkan 0,5 mL air liur yang diencerkan dengan perbandingan 1:9, artinya 1 mL air liur diencerkan dengan aquades hingga volume 10 mL, kemudian tabung dimasukkan kembali ke dalam inkubator hingga meleleh. warna solusinya kembali jelas. Waktu terjadinya setiap perubahan dicatat selama 5 menit

Lkpd Praktikum Enzim

3.3 Menentukan pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim Siapkan 4 buah tabung reaksi. Isi setiap tabung dengan 2,5 mL larutan kanji 1% dan 5 tetes air liur encer. Tabung reaksi pertama yang berisi larutan pati dan air liur ditempatkan dalam air es (0 °C), tabung reaksi kedua ditempatkan pada suhu kamar (25 °C), tabung reaksi ketiga ditempatkan dalam inkubator (38 °C). ). C), dan tabung reaksi keempat dimasukkan ke dalam air mendidih (100 °C). Masing-masing tabung kemudian didiamkan selama 5 menit. Setiap 5 menit dalam selang waktu 55 menit, 2 tetes masing-masing campuran larutan ludah encer dan larutan kanji dimasukkan ke dalam tabung reaksi dan diuji pada drop plate, kemudian ditambahkan lagi 2 tetes yodium 0,01 M. Laju penguraian setiap sampel ditentukan dengan mengamati perubahan warna yang terjadi.

Gambar 2. Grafik hubungan pH (buffer) dengan waktu balik (detik) 4.1 Pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim amilase Tabel 3. Hasil pengamatan pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim

Tabung Warna I (0 °C) Tabung II (25 °C) Tabung III (38 °C) Tabung IV (100 °C) 0 +++++ +++++ ++++ ++ 5 ++ + ++ – ++++ ++ 10 +++++ – +++ +++ 15 ++++ – ++ ++ 20 +++ – – +++ 25 +++ – – ++ 30 +++ – – +++ 35 ++ – – ++++ 40 ++ – – ++++ 45 ++ – – ++++ 50 + – – ++++ 55 – – – ++ + +

Suhu ( °C ) Waktu (menit) 1/T (detik) 0 °C 55 0, 25 °C 5 0, 38 °C 20 0, 100 °C – –

Solution: Aktivitas Enzim Katalase

00.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0.0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70 75 80 85 90 951001051/T

4 Pembahasan 4.3 Pengaruh pH terhadap aktivitas enzim amilase Aktivitas enzim dipengaruhi oleh lingkungan. Salah satu lingkungan yang mempengaruhi aktivitas enzim adalah pH. PH enzim yang optimal adalah pada pH 7 (netral) dan jika medium menjadi asam atau sangat basa maka enzim mengalami ketidakaktifan. Tingkat keasaman atau pH merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi aktivitas atau kerja enzim. Enzim akan paling aktif pada pH tertingginya. Pada percobaan ini aktivitas enzim amilase

Laporan pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim, pengaruh ph terhadap enzim, pengaruh temperatur terhadap kerja enzim, pengaruh suhu terhadap enzim, pengaruh suhu terhadap aktivitas enzim amilase, pengaruh suhu dan ph terhadap aktivitas enzim, pengaruh suhu terhadap kerja enzim katalase, pengaruh suhu terhadap pertumbuhan, pengaruh konsentrasi substrat terhadap kerja enzim, jelaskan pengaruh konsentrasi substrat terhadap kerja enzim, pengaruh enzim katalase terhadap h2o2, pengaruh suhu terhadap enzim katalase

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *