Layangan Naga Yang Terbesar Di Dunia

Layangan Naga Yang Terbesar Di Dunia – BNews–MUNGKID– Menghabiskan waktu dengan pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kreativitas para pemuda di kabupaten Mungkid Magelang ini. Mereka membuat layang-layang raksasa berbentuk naga.

Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Karang Peyok tinggal di Desa Kendal, Desa Rambeanak, Kecamatan Mungkid. Mereka memproduksi beberapa jenis layang-layang, diantaranya yang terbesar dengan konsep layang-layang.

Layangan Naga Yang Terbesar Di Dunia

Mas Jhon, 25 tahun, salah satu inisiat muda dari Kendal Rambeanak, mengatakan bahwa layang-layang sepanjang 40 meter itu sedang dibangun. “Rencana ke depan akan bertambah panjang, dan kami masih dalam proses menyiapkan ekor tambahan,” ujarnya dalam wawancara (7 Februari 2020).

Ratusan Layang Layang Semarakkan Sanur International Kite Festival 2017

Ia menemukan bahwa proses pembuatan layang-layang tidak memakan waktu lama, hanya beberapa hari saja. “Ini kami lakukan di waktu senggang di malam hari, tempat berkumpulnya anak-anak muda desa. Tentu saja banyak mengisi waktu luang di tengah pandemi Covid ini,” ujarnya.

Disinggung soal anggaran produksi, John mengatakan nominalnya tidak dihargai. “Kami belum bisa menghitung detail biayanya karena banyak bahan bekas pembuatan layang-layang,” ujarnya.

Perlu diingat bahwa para pemuda desa Kendal ini bukanlah satu-satunya yang membuat naga. Mereka juga membuat berbagai macam layang-layang seperti perahu, lele, pesawat terbang dan masih banyak lainnya.

John juga mengatakan, kegiatan membuat layang-layang ini rutin dilakukan hanya pada saat musim. “Baru kali ini kami mencoba bentuk naga ini. Ya untuk hiburan teman-teman dan warga di sini,” ujarnya.

Pecahkan Rekor Muri, Layang Layang Raksasa Terbang Di Langit Bali

Mereka biasanya menerbangkan layang-layang naga dan jenis lainnya di ladang-ladang kosong di sekitar Desa Kendal Rambeanak. “Biasanya di sini banyak anak muda dengan anak-anak. Kami menerbangkan layang-layang sejauh 40 meter dan mencoba menggunakan sedikit jemuran,” ujarnya.

Karena karyanya menarik dan dikenal banyak orang, semakin banyak pesanan yang datang dari masyarakat luar. “Foto dan video layang-layang sering di-posting teman-teman di media sosial, jadi banyak yang tahu,” ujarnya.

“Pesanan banyak yang masuk, dan harganya tergantung bentuk dan ukurannya. Bisa didiskusikan dan jika ingin memesan bisa menghubungi akun Instagram @karangK_peyok,” ujarnya.

Diakui Jhon, ide membuat layang-layang dengan berbagai bentuk berawal dari rasa ingin tahu dan imajinasi para pemuda. “Ya, impian kita kadang terlalu tinggi, tapi itu membuat kita penasaran, makanya kita coba wujudkan, dan ternyata sukses dan kontinyu,” akunya.

Lomba Layang Layang Tingkat Nasional Digelar Dekat Wilayah Kilang Tuban

“Semoga layang-layang bisa menghibur dan menginspirasi orang lain. Terutama pelestarian permainan tradisional”, ujarnya. (kata benda)

Simak postingan ini di Instagram layout Sebuah postingan yang dibagikan oleh Karang K_Peyok (@karangk_peyok) pada 1 Juli 2020 pukul 07:42 PDTDuh, klip lagu ini membuat kita bernostalgia ya? Jadi pikirkan kembali saat Anda tidak sabar untuk pulang dari sekolah untuk menerbangkan layang-layang di lapangan besar bersama teman-teman tersayang Anda. Ya, tapi Anda sudah tahu? Sulawesi Tenggara merupakan rumah bagi komodo tertua di dunia yang berusia ribuan tahun. Naga ini bernama Kaghati Kolope dan menjadi daya tarik tersendiri Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.

Oleh karena itu, sebagai tempat melestarikan, sekaligus untuk mengenali warisan budaya yang ramai diperbincangkan di mancanegara, diadakan acara yang penuh kemeriahan, yaitu festival Kaghati Kolope.

Tahun ini menjadi pijakan baru bagi Sultra untuk menghidupkan kembali budaya unik #DiaAja, karena Kaghati Kolope Festival 2022 akan kembali digelar pada tanggal 22 hingga 25 Juli 2022. Penasaran seperti apa? Yuhu simak artikel ini untuk spoilernya ya!

Pamerkan Layang Layang Tertua Di Dunia, Sambut Meriahnya Festival Kaghati Kolope 2022!

Kaghati Kolope, sang naga legendaris, keindahan Sulawesi Tenggara yang diyakini telah ada sejak 4.000 tahun lalu. Berbeda dengan layang-layang kebanyakan, Kaghati Kolope dibuat langsung dari tangan-tangan cerdas nenek moyang kita dengan menggunakan daun kolope atau umbi ubi, kulit bambu, serat nanas dan benang. Jika Anda berada di Pulau Muna, bahan dasar membuat Kaghati Kolopa cukup mudah ditemukan di setiap sudut daerah.

Pantas saja Kaghati Kolope menjadi tradisi yang bisa dibanggakan. Coba bayangkan, meski terbuat dari bahan alami, Kaghati Kolope umumnya memiliki tinggi 170 cm, dijamin tahan air, bisa terbang tinggi dan bisa melayang bebas di langit selama beberapa hari.

Layang-layang legendaris ini unik dan kuat, menarik perhatian mancanegara karena menjadi juara pertama kompetisi layang-layang internasional dan berhasil mengalahkan Jerman. Eh, Kaghati Kolope menang lebih dari sekali lho! Kaghati Kolope dan Pulo Muna menjadi perbincangan utama para pemerhati layang-layang karena prestasi mereka yang terkenal di kompetisi layang-layang rekor dunia.

Jangan khawatir jika ingin melihat Kaghati Kolope secara langsung. Festival yang rencananya digelar di Desa Liang Kabori, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna pada Juli ini terbuka untuk umum.

Janggan, Layangan Unik Dari Bali

Terwujudnya acara ini dengan baik merupakan harapan masyarakat setempat agar festival Kaghati Kolope dapat menjadi promosi yang efektif bagi wisatawan domestik untuk berkunjung ke Muna dan mendorong peluang kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tentunya perwujudan ini sebagai bentuk apresiasi, aktualisasi dan upaya pelestarian wisata sejarah masyarakat Muna.

Sebagai unggulan di Pulau Muna, Kaghati Kolope bukanlah satu-satunya kearifan lokal daerah ini. Di Festival Kaghati Kolope mendatang, akan ada kemeriahan Karnaval Tenun Masalili. Kain tenun yang kerap identik dengan warna cerah ini tetap mempertahankan penggunaan pewarna alami. Oh ya, orang nomor satu di Indonesia, Presiden Jokowi, juga bangga menggunakan Kain Masalili untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN).

Tentunya juga akan ada kreasi membuat layang-layang dan lomba menerbangkan layang-layang di Kaghati Kolope Festival 2022. Para tamu juga akan disuguhi tarian kolosal Kaghati, berbagai pertunjukan budaya, serta pameran ekonomi dan kreatif yang menjadi bagian darinya. dari daftar. kegiatan dalam acara ini.

Pencinta kuliner sudah menanti Anda, dan Anda juga bisa menikmati berbagai hidangan khas dari pulau Muna, Sulawesi Tenggara, dalam kegiatan festival kuliner di Kaghati Kolope Festival 2022. Muna semakin terkenal.

Akhir Pekan Ini, Pantai Parangkusumo Berhias Layang Layang

Kembalinya Festival Kaghati Kolope di tahun 2022 menjadi penantian sukses masyarakat Muna. Sebagai salah satu perwakilan dari Sultra, festival ini berhasil dikurasi oleh kegiatan bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan pemerintah daerah, Kharisma Event Nusantara (KEN).

Kaghati Kolope dan masyarakat Pulo Muna menjadi satu kesatuan yang sulit untuk ditinggalkan. Menerbangkan Kaghati Kolopa selama seminggu nonstop merupakan tradisi yang selalu dilakukan di Pulau Muna. Pada hari ketujuh, tali layang-layang dipotong agar layang-layang dapat terbang. Bahkan dulu, Kaghati Kolope tidak hanya dianggap sebagai permainan, tapi nenek moyang masyarakat Pulau Muna dipercaya terbang untuk tujuan spiritual lho!

Selain menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTB), penelitian Wolfgang Bieck mengklaim bahwa Kaghati Kolope juga merupakan naga tertua di dunia, mengalahkan naga Tiongkok yang berumur 2.400 tahun.

Apakah Anda tertarik ke Sulawesi Tenggara karena Kaghati Kolopa yang mereka miliki? Makan, itu belum semuanya. Di provinsi ini, Anda juga bisa mengunjungi destinasi-destinasi yang direkomendasikan untuk menghabiskan waktu liburan Anda. Jangan lupa catat dan jadwalkan waktu terdekat ya!

Festival Layang Layang Bali

Salah satu tempat wisata sejarah di Sulawesi Tenggara adalah Kesultanan Buton. Pesona destinasi ini sudah mendunia. Pasalnya, keberadaan benteng Buton yang menghindarkan kerajaan dari segala macam ancaman, termasuk dalam daftar benteng terbesar di dunia.

Dahulu benteng ini digunakan sebagai tempat pertahanan, namun kini dapat dijadikan sebagai tempat favorit untuk menikmati keindahan Kota Baubau dari atas. Selain itu, nuansa Islami yang kental akan Anda rasakan dengan mengunjungi masjid Istana Buton. Karena luasnya Kesultanan Buton, satu hari mungkin tidak cukup bagi Anda untuk mengunjungi destinasi ini.

Berada di jantung Kota Baubau, Pantai Kamali menjadi destinasi kebanggaan yang dimiliki Sulawesi Tenggara. Jika Anda dan keluarga berlibur ke sini, sempatkan sejenak melihat patung naga raksasa yang menjadi ikon kota Baubau.

Hidangan khas yang dijual di sana tidak bisa kamu lewatkan, salah satunya adalah lapa-lapa. Dijamin, pemandangan alam yang indah, serta pengalaman kuliner yang tak terlupakan, Anda akan tiba di sini!

Jual Layangan Naga Terlengkap & Harga Terbaru Juni 2023

Jika Papua Barat punya Raja Ampat, Sulawesi Tenggara juga punya keindahan Pulau Labengki. Di pulau ini Anda akan mendapatkan pemandangan alam yang masih asri dan eksotik. Perpaduan antara pasir putih, teluk berbentuk hati, keindahan bawah laut dan pemandangan yang indah pasti akan membuat Anda betah berada di sini.

Jika Anda mengunjungi Pulau Lebengki, Anda bisa berenang, menyelam, memancing, dan berkemah. Ah, kalau beruntung kamu akan ditemani lumba-lumba dalam perjalanan menuju Pulau Labengki lho!

Wah, sudah tidak sabar melihat komodo tertua di dunia hidup di Festival Kaghati Kolope 2022 dan menghabiskan liburan menikmati pesona wisata di Sulawesi Tenggara! Vaksinasi sebentar lagi, biar bisa jelajahi wisata #DiAja bareng lagi! Tapi ingat untuk selalu menjaga penerapan protokol kesehatan ya.

Yuk, temukan event seru lainnya dengan follow akun Instagram @pesona., TikTok @pesona, Facebook @pesona., Twitter @pesona, Enchant Youtube dan pantau website acaranya.. Masih pagi nih ketemu Blija Kadek. Suprapta Meranggi memasuki kediamannya, Pondok Sukun Bali, Sanur. Sesampainya di pintu masuk penginapan yang hanya berjarak 400 meter (m) dari Pantai Sanur, saya disambut oleh pita yang sangat besar dan megah – kepala hiasan layang-layang tradisional Bali.

Fakta Layangan Naga Terbesar Dari Sanur, Fenomenal Di Bali

Selama beberapa detik aku terkagum-kagum dengan pesonanya. Belakangan saya tahu bahwa itu adalah band Naga Raja, raja naga janggan yang baru saja tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai naga tradisional terbesar dan terpanjang.

Kadek, seorang undagi – seorang arsitek tradisional Bali – yang menciptakan karya ini, dengan baik hati menerima saya. Kami pun berbincang sambil menikmati morning tea di sudut taman tropis yang rimbun. Sesekali menyapa pengunjung asing yang lewat.

Katanya sambil tersenyum kepada mereka, lalu kembali ke pembicaraan Janggan, ikon naga Bali.

Pria 41 tahun asal Banjar

Jual Layangan Naga Terbaru

Layangan terbesar di dunia 2020, layangan naga terkecil di dunia, layangan terbesar di dunia, layangan naga terbesar, layangan terbesar di dunia ini, layangan yang terbesar di dunia, naga terbesar di dunia, layangan wau terbesar di dunia, layangan pegon terbesar di dunia, naga yang terbesar di dunia, layangan janggan terbesar di dunia, layangan naga terbesar di dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *