Kesaksian Sembuh Dari Gagal Ginjal – Halodoc, Jakarta – Belakangan ini perhatian masyarakat Indonesia tertuju pada pemberitaan betapa berbahayanya penyakit misterius gagal ginjal akut yang menyerang anak-anak.
Salah satu yang diduga kuat sebagai pelakunya adalah narkoba, khususnya obat sirup. Masyarakat Indonesia sudah sangat familiar dengan obat sirup untuk anak.
Kesaksian Sembuh Dari Gagal Ginjal
Anak-anak yang demam, batuk atau pilek diobati dengan sirup obat. Sirupnya dibeli di toko kelontong, apotek, atau ditemukan di fasilitas kesehatan seperti klinik, puskesmas atau rumah sakit.
Heboh Gagal Ginjal Akut, Ini Lafal Doa Sembuh Dari Rasulullah Saw Ketika Keluarga Dan Sahabat Sakit
Kementerian Kesehatan (Kemkes) juga telah menerbitkan daftar obat sirup terlarang. Berbagai obat tersebut diduga kuat dapat memicu gagal ginjal, seperti yang kini banyak diderita anak-anak.
Selain itu dalam Islam ada dua cara menyembuhkan penyakit. Artinya, jangan mencoba berobat ke luar. Misalnya dengan pengobatan medis dan alternatif.
Dalam beberapa kisah, Nabi Muhammad SAW membacakan doa ketika keluarga atau sahabatnya sakit. Doa kesembuhan bisa diterapkan baik lahir maupun batin, seorang muslim menjadi lebih yakin bahwa penyakitnya bisa disembuhkan.
Perlu dicatat bahwa pengobatan dan pengobatan adalah hukum penyembuhan. Namun kesembuhan dari suatu penyakit hanya berkat pertolongan Allah SWT.
Testimoni Pembaca Buku Penyakit Ginjal Kronis Dan Hemodialisis
IDAI menghimbau para orang tua untuk tidak memberikan obat yang dijual bebas kepada anak tanpa rekomendasi ahli kesehatan jika terjadi gagal ginjal parah. (unsplash.com/Towfiqu Barbhuiya)
Mengutip laman NU, Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar mengutip beberapa cerita tentang Nabi Muhammad SAW saat menjenguk sahabatnya yang sedang sakit. Dalam kisah-kisah tersebut, Rasulullah SAW mendoakan kesembuhan sahabatnya dengan berbagai doa.
Inilah salah satu doa kesembuhan yang dipanjatkan Rasulullah SAW untuk keluarganya sebagaimana diriwayatkan dalam Bukhari dan Muslim oleh Aisyah RA.
Allāhumma rabban nāsi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Sebelum Syafi. Lā syāfiya illā anta syifā’an lā yughādiru saqaman. Artinya, “Tuhanku, Tuhan umat manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Engkaulah penyembuhnya. Tidak ada yang bisa menyembuhkan penyakit kecuali Engkau dengan kesembuhan yang tidak meninggalkan rasa sakit,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [ Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 113).
Sembuh Dari Kanker Ginjal, Tumor Ganas Pada Paru Paru Heri Muncul
Artinya, “Ya Allah, basmilah penyakit ini. Di tangan-Mulah kesembuhan. Tidak ada yang mampu mengangkatnya kecuali Engkau,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H ] , halaman 113).
Abu Dawud dan At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan membaca doa ini sebanyak 7 kali di depan orang yang sakit. Dengan doa ini, Allah berharap bisa menghilangkan penyakit yang diderita orang tersebut.
“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Besar, Rabb Arsy yang Agung, agar engkau diberi kesembuhan,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 114).
IDAI menghimbau para orang tua untuk tidak memberikan obat yang dijual bebas kepada anak tanpa rekomendasi ahli kesehatan jika terjadi gagal ginjal parah. (unsplash.com/Julia Koblitz)
Kisah Fransiska Ncis Sang Pahlawan Kemanusiaan: Meninggal Tepat Setahun Setelah Donor Ginjal
Kita juga bisa mendoakan kesembuhan dengan menyebutkan langsung nama orang yang sakit. Hal ini dilakukan Rasulullah SAW ketika mengunjungi Sa’ad bin Abi Waqqash seperti yang diriwayatkan Imam Muslim di bawah ini. Hanya saja kita ganti nama Sa’ad dengan nama orang sakit yang ada di hadapan kita.
Artinya, “Tuhan, sembuhkan Saad. Tuhanku, sembuhkan Sa’ad. Tuanku, sembuhkan Sa’ad,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 114).
Sedangkan doa ini bisa dibaca sebagai alternatif penyakit apapun. Rasulullah SAW melantunkan sabda itu ketika menjenguk seorang Badui yang sedang menderita demam seperti yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam Ibnu Abbas RA.
Artinya, “(Mudah-mudahan) baik-baik saja (sakit), semoga suci atas izin Allah,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman ) . 115).
Dokter Tak Anjurkan Pasien Gangguan Ginjal Berobat Alternatif
Selain berdoa memohon kesembuhan, kita juga bisa berdoa memohon pengampunan dosa dan perlindungan agama serta jenazah orang yang sakit. Rasulullah SAW membacakan doa ini saat mengunjungi sahabatnya Salman Al-Farisi RA seperti yang diriwayatkan Ibnu Sunni di bawah ini.
Artinya, “Wahai (sebutkan nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosa-dosamu dan memberkatimu sesuai dengan agamamu dan kesehatanmu sepanjang hidupmu,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al – Adzkar). ). , [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 115).
Selain mendoakan orang sakit dengan bahasa Arab, hendaknya kita juga mendoakan orang sakit dengan bahasa yang mudah dimengerti agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau sekedar menghibur orang sakit. Wallahu a’lam.
* Fakta atau salah? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp Nomor Cek Fakta 0811 9787 670 cukup dengan mengetikkan kata yang diinginkan. Masri (52) setia menemani istrinya Hidayati selama lebih dari 6 tahun menjalani cuci darah di RSUD M Yunus. Bengkulu. (/Yuliardi Hardjo)
Gss Bantu Pasien Gagal Ginjal Lewati Masa Suram Dan Tingkatkan Edukasi
, Bengkulu – Masri (52) tampak santai sambil duduk di kursi panjang tepat di depan ruang khusus Hemodialisis (HD) atau ruangan pasien cuci darah rutin di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu. Di sebelahnya, istri tercinta Hidayati (49) duduk bersandar di bahu Masri sembari menunggu masuk kamar dan menjalani proses cuci darah selama lebih dari 2 jam.
Kantong makanan, minuman, dan obat telah siap dan dibutuhkan saat mesin HD memutar darah untuk dicuci. Seminggu dua kali, Masri tetap setia menemani istrinya cuci darah rutin di RSUD M Yunus. Tanpa kenal lelah, ia selalu mendampingi istrinya yang beberapa kali pergi ke rumah sakit untuk menjalani prosedur medis yang menurut sebagian orang sangat sulit.
“Selama 6 tahun lebih saya menemani istri saya cuci darah di rumah sakit ini,” jelas Masri pada Selasa (15/11/2022).
Masri menuturkan, pada tahun 2015 lalu, Hidayati awalnya mengeluh sakit kepala dan mual. Saat diperiksa ke dokter praktik, ia hanya didiagnosis mengidap penyakit darah tinggi. Namun obat yang diberikan tidak mampu mengatasi masalah tersebut, dan kondisinya semakin parah dengan seringnya muntah.
Apakah Gangguan Ginjal Akut Bisa Disembuhkan? Ini Penjelasan Dokter Halaman All
Mereka membawa istrinya kembali ke dokter, dan melakukan tes darah. Alhasil, hemoglobin (HB) miliknya ternyata menurun. Kemudian dokter memberikan rujukan ke rumah sakit karena HB-nya rendah. Sesampainya di rumah sakit, Hidayati didiagnosis menderita gagal ginjal setelah dilakukan pemeriksaan. Karena keterbatasan peralatan, ia kemudian dipindahkan ke rumah sakit yang lebih besar dan mulai menjalani cuci darah hingga sekarang.
Perasaan Masri saat menghadapi vonis gagal ginjal sangat mengejutkan. Namun, dia menyembunyikan informasi tersebut dan tidak memberi tahu istrinya, hanya keluarganya. Tak lama setelah prosedur cuci darah pertama, Masri menceritakan hal tersebut kepada istrinya.
Awalnya, istrinya juga mengalami gangguan mental dan harus mendapat perawatan serius dan terus menerus. Perlahan seiring berjalannya waktu, Hidayati mampu menerima kondisi tersebut dan menjalaninya dengan ikhlas.
“Kami sudah melakukan cuci darah ini selama lebih dari 6 tahun. Alhamdulillah istri saya bisa menerimanya dan lebih siap,” tambah Masri.
Pengalaman Menjalani Hemodialisa Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis
Masri dan keluarganya terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejak tahun 2014. Ia terdaftar sebagai peserta yang iurannya dibayar oleh Pemerintah Pusat. Pada tahun 2022, Pemerintah Pusat telah menyediakan jaminan kesehatan sosial bagi lebih dari 110 juta orang.
Hal ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah untuk memberikan perlindungan di bidang kesehatan kepada warganya secara cuma-cuma. Masri pun mengaku bersyukur, karena jika dengan biaya sendiri pastinya ia tidak bisa melakukannya dan sudah menyerah sejak awal.
Untuk menghidupi keluarganya, ia hanya mengandalkan hasil penjualan di pasar tradisional setiap harinya. Hidayati sendiri, pada awalnya sebelum jatuh sakit, masih bisa menjahit untuk membantu keuangan keluarga. Pada awal cuci darah dia masih bisa menjahit, namun sekarang sudah tidak bisa, dan sekarang sulit berkomunikasi karena pendengarannya sudah tidak bagus lagi.
“Kalau bukan karena bantuan JKN, saya harus mengeluarkan biaya hingga 1,3 juta dolar untuk sekali cuci darah, saya sudah menyerah sejak awal,” kata Masri.
Aku Gagal Ginjal, Setelah Melahirkan Anak Keduaku
Heru Susanto merupakan seorang paramedis, beliau tercatat sebagai salah satu perawat yang bertugas di Unit Hemodialisis RS Bhayangkara Bengkulu dan telah mengabdi di unit tersebut sejak Desember 2017 atau lebih dari 5 tahun. Selama bekerja di sana, Heru melihat banyak pasien yang menjalani cuci darah menggunakan kartu JKN.
“Sejak tahun 2017, sudah ada 300 lebih pasien yang menjalani cuci darah. Semuanya peserta JKN, tidak ada pasien umum atau pasien yang membayar sendiri,” kata Heru.
Heru banyak bercerita betapa banyak pasien yang memang membutuhkan cuci darah, sangat terbantu dengan adanya kartu JKN. Jika pasien umum berobat tanpa menggunakan kartu JKN, mereka bisa menjual tanah atau bahkan rumahnya, bahkan kontraktor cuci darah bisa bangkrut.
Karena harga sekali cuci darah bisa mencapai Rp 1 juta, sebulan delapan kali bisa delapan juta rupiah, setahun bisa hampir seratus juta, di Bengkulu tidak ada yang mampu membelinya. Angka tersebut belum termasuk obat-obatan dan biaya lainnya.
Dokter Spesialis Siloam Edukasi Masyarakat Sayangi Ginjal
Alhamdulillah ada BPJS Kesehatan yang membantu para pasien, tentunya mereka mengakses layanan sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku, kata Heru.
Saat bertemu dengan peserta JKN, ia terkadang menerima sejumlah keluhan. Beliau selalu berpesan untuk selalu bersyukur. Pengalamannya selama 5 tahun di Unit HD, saat bertemu dengan pasien HD, ia selalu mengatakan, jika mendapat pengobatan dibandingkan peserta umum, patut bersyukur karena difasilitasi oleh BPJS Kesehatan. Tidak hanya cuci darah, semua obat-obatan ditanggung secara gratis.
“Saya selalu jelaskan berapa biaya BPJS Kesehatan setiap cuci darah, apa saja yang bisa didapat, semua obat gratis. Alhamdulillah mereka bersyukur dan bersyukur,” tambah Heru.
Selama lebih dari 5 tahun rutin membantu pasien HD, Heru merasa hubungan emosionalnya dengan pasien dan keluarganya sangat erat. Ia kerap merasakan rasa empati yang sangat tinggi. Dengan keikhlasan dan dedikasi yang besar sebagai seorang paramedis, Heru merasa pekerjaan ini penuh dengan resiko dan tanggung jawab yang besar, terutama mengenai keselamatan dan kesehatan pasien yang sedang berjuang untuk hidupnya.
Infografik: Fakta Fakta Kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak
“Kami bertemu di sini minimal dua kali seminggu sehingga semua orang terkesan, termasuk bapaknya sendiri, adiknya sendiri, ibunya sendiri, kadang-kadang mereka makan bersama dengan pasien dan keluarganya di sini,” kata Heru.
Heru juga menyampaikan bahwa program JKN sangat luar biasa dan berpesan kepada peserta JKN untuk tetap membayar iuran JKN. “BPJS Kesehatan berani menanggung seluruh biaya layanan HD, sungguh luar biasa. Bagi peserta yang masih belum membayar iuran JKN secara rutin,
Gagal ginjal apa bisa sembuh, testimoni sembuh dari gagal ginjal, sembuh dari gagal ginjal kronis, pengalaman sembuh dari gagal ginjal, kesaksian sembuh dari kutil kelamin, kesaksian sembuh dari gagal ginjal kronik, apakah pasien gagal ginjal bisa sembuh, gagal ginjal sembuh, sembuh dari gagal ginjal, cara sembuh dari gagal ginjal, gagal ginjal akut bisa sembuh, sembuh dari gagal ginjal kronik