Asuhan Keperawatan Pada Pasien Bronkitis – Keluarga pasien melaporkan bahwa keluhan batuk dan sesak napas yang dialami nenek dari pihak ibu serupa dengan keluhan pasien. Keluarga pasien melaporkan tidak ada riwayat penyakit jantung, hipertensi dan diabetes.
A. Adaptasi Sosial Keluarga pasien, pasien mempunyai teman yaitu saudara dan tetangga yang sering bermain bersama.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Bronkitis
E. Bahasa : Keluarga pasien melaporkan bahwa pasien dapat mengucapkan satu atau dua kata dalam bahasa Madura dan Indonesia, seperti nama ibu, nama ayah, bagian tubuh, binatang.
Kti Oktafianto Andi
: Laki-Laki : Perempuan : Menikah // : Cerai : Anak Kandung : Anak Angkat : Kembar : Pasien : Almarhum : Tinggal serumah
POLA DIET JENIS KONSUMSI Sebelum sakit Nafsu makan berkurang/frekuensi rendah 3-4x/hari 2-3 sendok makan/porsi makan Jenis cairan Campuran air dan susu
Frekuensi BAB >4x/hari 2-3x/hari Volume ± 800 cc/hari ± 150 cc/hari Warna Urine Agak Kuning Tua Coklat Tua Bau –
Alat Bantu Menggunakan Bom Menggunakan Bom Kemandirian Keluarga Dibantu Keluarga Dibantu Lainnya – – Keterangan : BAK dan BAB menggunakan alat bantu keluarga dan Bom.
Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan
Sensasi : GCS E4V5M Tanda Vital Suhu : 37, RR : 25 x/menit Nadi : 110 x/menit Panjang badan : 78cm Lingkar kepala : 47 cm Lingkar lengan atas : 16 cm Berat lahir : 2500 g Berat badan saat ini : 1 g BB : 1 8 gram
I : Kepala tampak normal (normocephalic), tampak bersih, rambut hitam halus tersisir rapi, tidak ada benjolan, luka atau lebam B : tidak teraba nyeri tekan atau benjolan
Hidung I : Tidak ada sekret berlebihan, tidak ada darah dan tidak ada pernafasan pada lubang hidung, lubang hidung lengkap simetris di kanan dan kiri B : Mulus dan tanpa benjolan patologis di daerah sekitar hidung
Telinga I : Tidak ada penumpukan sekret yang berlebihan, tidak terlihat darah dan telinga kanan dan kiri benar-benar simetris.
Askep Bronkitis Akut
Mata I : Terdapat 2 mata penuh, dapat membuka dan menutup dengan baik, tidak tampak lesi atau lesi, tidak terdapat edema kelopak mata, reflek ringan ++, tidak ada penyakit kuning B : Refleks okular saat menyentuh mata (kelopak mata)
Jantung I : teraba ictus cortex di dada sebelah kiri, tidak ada lesi atau lesi B : teraba ictus cortex di sebelah kiri (ICS 4-5) P : tuli A : S1 dan S2 normal, tidak ada bunyi tambahan ( bunyi gurgling-go, Gallop , S3 )
Payudara dan ketiak I : Terlihat dua puting susu lengkap, simetris di kanan dan kiri, tidak ada lesi atau lesi B : Tidak teraba benjolan di area payudara dan paha
1 bersihan jalan napas tidak efektif dengan sekret meningkat dan pekat d batuk dan mengi terus-menerus, bunyi mengi, temuan rontgen dada menunjukkan tanda-tanda kesulitan trakea
Naskah Publikasi P1337420517066
3 Manajemen kesehatan keluarga yang tidak efektif b. Kompleksitas rencana perawatan/pengobatan bronkitis pada anak d. Mereka tidak memahami permasalahan kesehatan yang mereka alami.
3 Manajemen kesehatan keluarga yang tidak efektif b. Kompleksitas rencana perawatan/pengobatan bronkitis pada anak d. Mereka tidak memahami permasalahan kesehatan yang mereka alami
Outcome: Manajemen Kesehatan Keluarga (Kiri) 1. Kemampuan menginterpretasikan permasalahan kesehatan yang dialami 2. Aktivitas keluarga untuk mengatasi permasalahan kesehatan dengan tepat 3. Tindakan untuk mengurangi risiko
Perawatan 1. Mengidentifikasi tindakan-tindakan yang dapat dilakukan keluarga untuk berobat 2. Edukasi untuk mendorong pengembangan sikap dan emosi yang mendukung upaya kesehatan 4. Menginformasikan tentang fasilitas kesehatan yang tersedia di lingkungan keluarga 5 .Pelajari cara-cara perawatan yang dapat dilakukan keluarga : M Guswarhitayat : dengan diagnosa klinis bronkitis di ruang Melati RSUD Pasuruan Bangil Asuhan pasien
The Effect Of Pursed Lips Breathing In Increasing Oxygen Saturation In Patients With Chronic Obstructive Pulmonary Disease In Internal Ward 2 Of The General Hospital Of Dr. R. Soedarsono Pasuruan
Telah diuji dan disetujui oleh Panitia Ujian Karya Tulis Ilmiah pada sidang di Program D3 Keperawatan Akademi Keperawatan Gerda Scholar Sidorjo.
Sampul depan ………………………………………. .. ………………………………………… .. ………… i Surat Laporan ………………………….. … .. …………………………………………… …. … ….. ………………………….. iii Jadwal Persetujuan Usulan .. ….. … ….. ………………………….. .. .. …… … …. ……….. ……… iv Halaman Konfirmasi………. …. …… … …. ………………………….. ….. …… … …. .. …………………… v Kata Pengantar .. ….. …… … …. ………………………….. …… …… .. ….. …………… …………. vi
No Tabel Judul Halaman Tabel 2 Intervensi Keperawatan Pada Pasien Dengan Diagnosis Klinis Sistem Refraktori Pernapasan Berhubungan Dengan Obstruksi Jalan Nafas …………. ……….. …. …………………………….. ……….. …. ……………………………………………… …. ….. 21 Tabel 2 Intervensi keperawatan pada pasien dengan diagnosis klinis hipertermia berhubungan dengan proses infeksi ………………. … …. …………… 22
Tabel 2 Intervensi keperawatan pada pasien dengan diagnosis klinis ketidakefektifan bersihan jalan nafas berhubungan dengan akumulasi sekret …………………… .. … ………………………….. ………… . ….. ……….. ………………. 23 Tabel 2 Intervensi Keperawatan pada Pasien dengan Diagnosis Klinis Kelelahan dengan Meningkatnya Kelemahan Fisik ……………………………….. ……. 25
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Bronkhitis
Tabel 2 Intervensi keperawatan pada pasien dengan diagnosis klinis perubahan nutrisi di bawah kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia 26
Tabel 3 Ny. F. dengan diagnosis klinis bronkitis dan DM di ruang Melati RSUD Bangil Pasuruan. …… ………………. 39
Tabel 3 Intervensi keperawatan pada Ny. F………………………….. dengan diagnosa klinis bronkitis dan DM di Ruang Melati RS RSUD Bangil Pasuruan. .. 41 TABEL 3 PELAKSANAAN KEPERAWATAN PADA Ny. F………………………….. dengan diagnosa klinis bronkitis dan DM di Ruang Melati RS RSUD Bangil Pasuruan. .. 43 Tabel 3 Catatan Perkembangan untuk Mss. F. dengan diagnosis klinis bronkitis dan DM di ruang Melati RSUD Bangil Pasuruan. … 45 TABEL 3 KAJIAN KEPERAWATAN Ny. F. dengan diagnosis klinis bronkitis dan DM di ruang Melati RSUD Bangil Pasuruan. ….. ………………………….. 47
TIDAK. LAMPIRAN JUDUL HALAMAN LAMPIRAN 1 SURAT IZIN BELAJAR PENDAHULUAN……………………………. …… 61 LAMPIRAN 2 PENYIDIKAN SURAT TANGGAPAN AWAL ….. …………………….. .. 62 Lampiran 3 Formulir Informed Consent. ……… … ……………………… ……. … 63 LAMPIRAN 4 KERTAS KONSULTASI… ……………………….. ……… ….. ……64
Pdf) Evaluasi Kesesuaian Dosis Pada Pasien Pediatri Bronkitis Akut Di Rumah Sakit Tentara Kartika Husada Kubu Raya
Di lima rumah sakit provinsi di Indonesia (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Sumatera Selatan) pada tahun 2009, bronkitis kronis menjadi penyebab utama kesakitan (35%), diikuti asma bronkial (33%), dan menunjukkan penyakit paru-paru. . kanker. (30%) dan lainnya (2%) (Depkes RI, 2009). Jumlah pasien RS Paru Batu Malang data yang diperoleh pada tahun 2010 sebanyak 113 orang, 60% perempuan dan 40% laki-laki. Sedangkan pada tahun 2011, penderita bronkitis kronis berjumlah 124 orang, Januari-Maret 26 orang, April-Juni 41 orang, Juli-September 38 orang, dan Oktober-Desember 17 orang, tergantung jenis kelamin. Urutan pertama pada penyakit bronkitis kronik yakni 96 laki-laki dan 26 perempuan. Data tahun 2012 menunjukkan terdapat 17 kasus bronkitis kronis pada bulan Januari – Maret (Somandri, 2009). Pada penelitian umum di RSUD Bangil selama satu tahun terakhir pada bulan Januari-Desember 2017 didapatkan 7 orang pasien yang terdiagnosis penyakit paru obstruktif kronik disertai ISPA bagian bawah (Rekam Medis RSUD Bangil 2017).
Faktor risiko yang dapat menyebabkan serangan bronkitis antara lain merokok, usia, yaitu seseorang yang mengalami bronkitis sebelum usia 20 tahun, risiko eksaserbasi akibat merokok, latar belakang genetik dan pengetahuan keluarga yang buruk (Perancis, 2008). Bronkitis umumnya disebabkan oleh infeksi seperti radang tenggorokan, campak, dan batuk rejan. Gejala bronkitis lainnya adalah batuk, sesak napas, kesulitan bernapas, dan dahak berlebihan. Penyakit ini juga bisa dilihat
Dengan sendirinya atau akibat kelainan paru kronis, misalnya tuberkulosis. Bronkitis pada orang dewasa menyebabkan gagal paru kronik, bronkitis akut dapat memperburuk kondisi dan menyebabkan kematian (Perancis, 2008). Di era globalisasi ini, diperlukan panduan yang menggembirakan dan upaya langkah demi langkah untuk mendorong partisipasi dan tanggung jawab masyarakat. Upaya pelayanan kesehatan meliputi upaya promosi dan pencegahan untuk mencegah penyakit bronkitis, memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang pola hidup sehat dengan menghindari rokok, dan menggunakan masker saat mengendarai sepeda motor. Upaya kuratif yang dapat dilakukan bagi penderita batuk pilek atau sesak nafas adalah dengan memperbanyak konsumsi air putih, terutama air hangat untuk mengencerkan sekret, dan mengajarkan batuk yang efektif. Upaya rehabilitasi tersebut antara lain dengan menjaga kebersihan lingkungan, tidur yang nyenyak, menghindari depresi, mengelola emosi dan melakukan pemeriksaan kebersihan secara berkala (Somandri, 2009).
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai pengobatan penyakit ini, penulis akan melakukan penelitian lebih lanjut dengan melakukan asuhan keperawatan pada penyakit bronkitis kronis. Rumah Sakit?”
Jual (original) Buku Ajar Keperawatan Anak Teori Superlengkap Dan Askep Anak Sehat Dan Berkebutuhan Khusus
1.4.2 Pelayanan Keperawatan di Rumah Sakit Hasil studi kasus ini dapat menjadi masukan bagi pelayanan di rumah sakit agar dapat memberikan asuhan keperawatan yang baik kepada pasien penyakit bronkitis. 1.4.2 Bagi Peneliti Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan studi kasus mengenai asuhan keperawatan pada pasien bronkitis. 1.4.2 Untuk membekali profesi kesehatan dengan pengetahuan tambahan untuk profesi keperawatan dan pemahaman yang lebih baik tentang perawatan klinis untuk pasien bronkitis.
1.5 Metode deskriptif adalah metode mengungkapkan peristiwa atau tanda-tanda yang sedang terjadi. Meliputi studi literatur dan evaluasi.
Data dikumpulkan/dikumpulkan melalui percakapan dengan klien, keluarga dan tim pelayanan kesehatan lainnya 1.5.2 Data observasi dikumpulkan melalui observasi terhadap klien
Meliputi pemeriksaan fisik dan laboratorium yang dapat menunjang diagnosis dan pengobatan selanjutnya 1.5 Sumber data 1.5.3 Data primer Data primer adalah data yang diperoleh dari klien.
Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif [sdki D.0001]
1.5.3 Tinjauan Pustaka adalah pembacaan buku-buku sumber yang berkaitan dengan pokok bahasan studi kasus dan permasalahan yang sedang dibahas. 1 SISTEM PENULISAN Agar studi kasus ini jelas dan mudah dibaca serta dipahami, maka dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: 1.6 Bagian pembuka memuat halaman judul, ucapan terima kasih dari dosen pembimbing, ucapan terima kasih, motto dan pengabdian, pendahuluan, tabel. isi. 1.6 Bagian utama terdiri dari lima bab yang masing-masing berisi
Asuhan keperawatan pada pasien bronkopneumonia, asuhan keperawatan pada pasien diare, asuhan keperawatan pada pasien pneumonia, asuhan keperawatan pada pasien hipertensi, asuhan keperawatan pada pasien dm, asuhan keperawatan pasien katarak, asuhan keperawatan pada pasien stroke, asuhan keperawatan pada pasien hiv, asuhan keperawatan pada pasien, asuhan keperawatan pada pasien ppok, asuhan keperawatan pada pasien ckd, asuhan keperawatan pada pasien katarak