Alat Ukur Tahanan Isolasi Kabel Listrik – Penguji isolasi adalah alat yang digunakan untuk mengukur atau menguji resistansi isolasi suatu kabel. Peralatan ini dirancang untuk mengurangi resiko sengatan listrik dan korsleting akibat masalah pada isolasi peralatan listrik, suku cadang dan peralatan lainnya. Untuk penggunaan peralatan yang aman.
Dalam dunia kelistrikan, alat tes insulasi sering disebut dengan megohmmeter atau megger. Alat ini mempunyai fungsi penting yang tidak boleh diabaikan. Peran penguji isolasi pada peralatan adalah untuk memeriksa kebocoran tegangan (arus isolasi). Pada saat yang sama, penguji insulasi yang digunakan harus sesuai atau melebihi tegangan yang akan diukur.
Alat Ukur Tahanan Isolasi Kabel Listrik
Misalnya saja ketika ingin mengukur tahanan isolasi motor 380 V, maka dapat menggunakan isolasi dengan skala pengukuran yang lebih besar dibandingkan motor. Hasil pengukuran yang lebih akurat dapat diperoleh meskipun alat ukur tidak diberi daya.
Pengukuran Tahanan Isolasi
Seperti yang dijelaskan, magger menggunakan peralatan listrik untuk memeriksa apakah ada gangguan. Potensi pelanggaran mungkin saja terjadi, seperti terputusnya antar fase. Oleh karena itu, pada saat mengerjakan magasin listrik perlu dipastikan kondisi peralatannya.
Anda dapat fokus pada timbangan digital untuk membaca hasil pengujian dari alat ukur megger. Jika hasil pengukuran menunjukkan skala 1 pindahkan pemilih skala ke skala 2, jika hasilnya sama lakukan ke skala 3 dan tunggu hingga penunjuk bergerak kembali. Selanjutnya catat hasil pengukuran dan kalikan dengan faktor waktu alat ukur. Kemudian, bandingkan hasil pengukuran tersebut dengan standar tahanan isolasi.
Demikian komentar tentang penguji insulasi. Berhati-hatilah saat menggunakan peralatan listrik untuk menghindari risiko gangguan arus pada instalasi listrik. Gunakan juga kabel terbaik yang memiliki NRP (Nomor Registrasi Produk) sebagai standar keamanannya. PT Intimandiri atau SUTRADO Kabel menjamin produksi kabelnya berkualitas tinggi. Diproduksi di fasilitas tercanggih, seluruh produk kabel SUTRADO telah melalui proses pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan kepatuhan terhadap standar yang ditentukan. Tak heran jika Sutrado Cable nantinya akan mencapai kapasitas produksi 80 ribu ton per tahun untuk masyarakat Indonesia.
Tak hanya itu, mendapatkan kebutuhan kabel listrik Anda kini semakin mudah, dan proses pengiriman lebih cepat, serta layanan purna jual terdepan, kunjungi Marketplace resmi Tokopedia Sutrado Cable. Instalasi listrik merupakan salah satu kategori peralatan listrik. dan dalam volume atau sistem kelistrikan yang sama. Instalasi listrik yang baik merupakan instalasi yang sangat aman terutama bagi keselamatan pengguna, orang dan makhluk disekitarnya. Kabel yang digunakan dalam sistem instalasi listrik harus memenuhi standar yang ditentukan berkenaan dengan konduktor, bahan insulasi dan seluruh konstruksi kabel.
Cv. Kanaan Jaya: Penggunaan Alat Ukur Dan Pengawatannya
Kabel merupakan peralatan listrik yang dapat menimbulkan kebakaran. Data penyebab kebakaran di wilayah Medan menyebutkan: 78% disebabkan oleh kabel listrik, 3% oleh stopkontak, 8% oleh PHB (panel sambungan) dan 11% oleh peralatan listrik lainnya. Berdasarkan informasi diatas terlihat bahwa kabel listrik merupakan peralatan yang paling sensitif dalam hal keselamatan instalasi listrik.
Oleh karena itu, untuk menjamin keandalan dan keamanan pengoperasian sistem tenaga, perlu dilakukan pengujian ketahanan bahan insulasi peralatan listrik sebelum pengoperasian, misalnya bahan insulasi pada kabel. Salah satunya adalah pengujian tegangan tembus isolasi kabel, yaitu mencoba mengetahui kualitas dan karakteristik bahan isolasi kabel bila terkena tegangan lebih tinggi dari biasanya dan menganalisis tegangan puncak yang mampu ditahan kabel selama periode tersebut. Untuk mencegah kemungkinan kebocoran. Mega ohm meter/penguji isolasi digunakan untuk mengukur resistansi isolasi. Isolasi adalah isolasi antara bagian hidup dan bagian hidup serta bagian tak hidup seperti badan/tanah. Megger banyak digunakan oleh pihak berwenang untuk mengukur resistansi isolasi pada: kabel instalasi pada rumah/gedung, kabel tegangan rendah dan kabel tegangan tinggi.
Menurut PUIL 2000, nilai isolasi minimum peralatan dan instalasi listrik adalah: 1000 x tegangan operasi. Artinya: Jika instalasi atau peralatan listrik tersebut menggunakan tegangan 220 Volt, maka nilai resistansi isolasinya minimal 220 x 1000 Ohm = 0,22 MΩ. Selain itu, jika menggunakan 380 volt, nilai isolasi minimumnya adalah 0,38 MΩ. NYM untuk jenis kabel diatur oleh Standar Nasional Indonesia SNI 04-2699:1999. Selain Standar Nasional Indonesia, standar lain yang digunakan di Indonesia adalah SPLN 42-2:1992 yang merupakan standar yang digunakan oleh PLN. Berlaku untuk standar PUIL 2000 (>1 KΩ/1 kV) dan SPLN 42-2:1992.
Untuk mencari standar nilai minimum, hasil pengukuran tahanan isolasi peralatan dapat dihitung dengan menggunakan rumus perkiraan:
Jual Smart Sensor Ar 3127 Insulation Tester Harga Murah Terbaru 2023
Hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pengukuran adalah peralatan yang diukur harus bebas dari tegangan AC/DC maupun tegangan induktif. Anda tidak boleh melakukan pengukuran pada peralatan listrik yang tersambung ke sumber listrik, karena akan mempengaruhi tegangan. Hasil pengukuran. Peralatan elektronik mungkin rusak jika terkena tegangan uji yang tinggi. Oleh karena itu, semua beban harus dihilangkan. Mengingat semua lampu biasanya dipasang dalam instalasi tetap, melepas lampu merupakan tugas yang sulit. Dalam hal ini, ada kecenderungan untuk membuka saklar dan mematikan lampu. Cara ini tidak disarankan karena tegangan uji dapat merusak sirkuit sensitif pada peralatan.