Cara Mengukur Grounding Penangkal Petir Dengan Multitester – Pompa air banyak digunakan pada pabrik pengolahan kelapa sawit, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), pengolahan air, minyak nabati dan industri lainnya. Pompa air sering kali mengalami kerusakan pada rotor, seal, poros, dan bantalan, sehingga dapat mengganggu kinerja sistem. Motor listrik termasuk dalam kategori mesin listrik dinamis […]
Dalam sistem distribusi tenaga listrik tegangan rendah, penting untuk menjaga keseimbangan beban transformator untuk menjaga kualitas daya. Overload yang sering terjadi menyebabkan temperatur trafo naik sehingga menimbulkan kebakaran, arus tanah naik sehingga rugi-rugi distribusi meningkat dan tegangan sistem menjadi tidak seimbang pula. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dalam praktek lapangan ada metode yang dapat dilakukan […]
Cara Mengukur Grounding Penangkal Petir Dengan Multitester
Proteksi pembumian dan petir merupakan bagian dari sistem proteksi yang harus ada pada instalasi gedung bertingkat. Dalam hal ini terjadi di kawasan Apartemen Caniago Pancoran Riverside Tower yang groundingnya tidak dapat mengarahkan petir akibat adanya instalasi grounding yang ada sehingga beberapa komponen dan peralatan yang ada terkena dampak dari kegagalan sistem grounding [.. .]
Analisa Pengaruh Kedalaman Elektroda Pentanahan Terhadap Nilai Tahanan Pembumian
Halo para pembaca yang berbahagia. Pada kesempatan kali ini admin akan memperkenalkan dan menjelaskan produk unik dan serbaguna yang memiliki ukuran kompak, ukuran minimalis, ringan, dan mudah dibawa kemana saja untuk aktivitas elektronik dan instrumentasi Anda sehari-hari. Apa itu alat? Ya, jika Anda membaca judul artikel ini, maka Anda sudah […]
Hioki CM4001 AC Leakage Clamp Meter merupakan ampere meter merk Hioki yang digunakan untuk mengidentifikasi terjadinya kebocoran arus pada suatu rangkaian listrik. Alat ini berbentuk seperti tang listrik, dengan diameter penjepit hanya 24mm, ukurannya kompak, ringan, mudah dibawa dan dipegang karena fiturnya yang sederhana. Penjepit Kebocoran AC Hioki CM4001 […]Pemberitahuan Penting Pemeliharaan Server Terjadwal (GMT) Minggu, 26 Juni, 02.00. M. sampai jam 8:00 pagi. M. situs tidak akan berfungsi pada waktu yang ditentukan!
BAB I. BAHAN PEMASANGAN ATRAKTOR A. Latar Belakang Kebutuhan akan keamanan setiap bangunan beserta isinya merupakan faktor utama yang dibutuhkan masyarakat; berusaha mencari cara lain untuk melindungi rumahnya dari bahaya listrik, baik itu listrik buatan (misalnya: sumber energi (listrik dari air, gas, uap, bioenergi, energi nuklir, dll), maupun listrik yang dihasilkan. oleh faktor alam (misalnya, arus liar yang disebabkan oleh petir). Arus liar jenis ini sangat berbahaya bagi struktur bangunan dan manusia, karena dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan atau menyebabkan cedera serius pada manusia dan bahkan kematian jika tidak dikendalikan/ arusnya dinetralisir. menyentuh atau mengenai bagian tubuh manusia B. Tujuan Tujuan Tujuannya adalah untuk mengardekan instalasi penangkal petir/pelindung 1. Untuk melindungi bangunan dari petir 2. Untuk melindungi manusia dari tegangan dan arus yang berbahaya 3. Melindungi sistem/peralatan dari rangkaian gangguan arus dan akibatnya serta arus petir searah ke dalam tanah C. Ruang Lingkup Ruang lingkup pemasangan penangkal petir/pelindung meliputi pemasangan : Arester logam, penghantar/saluran dan sistem pentanahan, untuk semua jenis struktur bangunan gedung, khususnya bangunan gedung yang lebih tinggi dari bangunan disekitarnya, serta bangunan berukuran besar yang digunakan untuk aktivitas manusia, misalnya; Pasar, ruang pertemuan, gedung acara, asrama, perkantoran, gedung sekolah, dll, serta cara pemeliharaan fasilitas penangkal petir.
D. Pengertian Istilah 1. Penangkal Petir/Lightning Arrester adalah suatu sistem instalasi yang dipasang pada suatu bangunan untuk melindungi bangunan dari kemungkinan terjadinya sengatan listrik yang disebabkan oleh petir. 2. PUIL adalah buku petunjuk umum yang diterbitkan oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang memuat petunjuk umum instalasi listrik, yang memuat segala peraturan yang berkaitan dengan instalasi dan/atau penggunaan tenaga listrik di wilayah Negara Republik Indonesia. Grounding tester adalah alat kelistrikan yang digunakan untuk mengukur resistansi grounding untuk keperluan pemasangan penangkal petir. 4. Elektroda pentanahan adalah suatu alat/peralatan listrik yang harus ditancapkan/dipasang ke dalam tanah sebagai pelengkap instalasi pentanahan dan/atau alat ukur pentanahan, alat ini digunakan sebagai titik netral pusat listrik, juga sebagai titik perbandingan hasil pengukuran pada saat pengukuran dengan alat uji grounding. 5. Penangkal petir (penangkal petir logam) adalah penangkal petir yang terbuat dari bahan logam dengan ujung runcing pada bagian atasnya. Peralatan ini harus dipasang di bagian tertinggi bangunan yang akan terlindung dari petir. 6. Klem Penopang adalah perlengkapan instalasi penangkal petir yang berguna untuk menyangga saluran penangkal petir, agar penghantarnya tidak menempel pada gedung tempat pemasangan instalasi penangkal petir.
Docx) Rencana Kerja Dan Syarat (rks).docx
Arus petirnya sangat besar sehingga tidak sampai ke bangunan melainkan langsung sampai ke permukaan tanah (ground). 8. Megger (Mega Ohm Meter) Mengetahui besarnya tahanan isolasi suatu peralatan listrik penting untuk mengetahui apakah peralatan tersebut dapat dioperasikan dengan aman. E. Bagan Alur Tindakan Pencapaian Kompetensi PERSIAPAN MEMBACA GAMBAR PEMASANGAN PEMERIKSAAN DAN GAMBAR, PENGUKURAN DAN PENGUJIAN BAHAN PERALATAN KERJA UNTUK PENYEDIAAN PETIR DAN KETAHANAN BAHAN DAN GAMBAR PERALATAN KERJA LAPORAN PENGUKURAN PERALATAN KERJA DAN IDENTIFIKASI LAPORAN PENGUKURAN DAN PEMBUKAAN MENIT PENUH DISPOSISI DAN KETEGANGAN MENCOBA SOLUSI ALTERNATIF = PERSIAPAN = TRANSPORTASI = PEKERJAAN MANUAL = KEPUTUSAN
F. Bahan Pemasangan Penangkal Petir/Penangkal Petir 1. Persiapan pekerjaan Pengetahuan yang diperlukan untuk persiapan pekerjaan, yang meliputi: a.Membaca gambar penangkal petir. Gambar teknik merupakan cerminan dari sesuatu yang akan diterapkan dalam praktek, sehingga gambar tersebut harus sempurna, baik bentuk, dimensi (ukuran), spesifikasi, cara kerja, dan lain-lain. Dalam teknik elektro pada dasarnya ada 2 (dua) cara menggambar instalasi yang harus dilakukan oleh pemasang, yaitu : 1) Diagram Instalasi : Merupakan gambar kelistrikan yang digambar dengan satu garis, sekaligus menunjukkan beban pemakai/instalasi. . dengan simbol kelistrikan 2) Wiring Diagram : Merupakan gambar teknik kelistrikan yang digambar persis/mirip dengan pelaksanaan instalasi. Peralatan listrik yang sedang diisi ditunjukkan dengan simbol dan deskripsi. Pemasangan penangkal petir / Pemasangan proteksi. Menurut sistem pemasangannya, penangkal petir/arrester dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu: 1) Sistem penangkal petir/sistem penangkal petir sistem tunggal 2) Sistem penangkal petir/sistem penangkal petir ganda/sistem ganda A 6 Penangkal petir 00 Tempat CD panduan B
Gambar 1. Sistem proteksi petir tunggal Penjepit Konduktor Penangkal petir b.GaAmlabtakr e2r:jaS, ismtimatepreinaalndgaknal aPleattirbRaanntgukappek/ ebrajnayaank Peralatan yang digunakan dalam pekerjaan pemasangan proteksi petir adalah : 1) Kunci pas a) Kunci pas dan kunci ring b) Kunci inggris sock (c) Kunci pas kunci pas yang dapat disesuaikan) 2) Tang a) Tang kombinasi / tang standar b) Tang sambungan slip c) Tang potong diagonal d) Tang cincin 3) Gergaji besi ) 4) Obeng (obeng ) a) Obeng negatif (obeng standar) b) Obeng plus ( Obeng Phillips) 5) Palu (hammer) 6) Tangga 7) Perkakas/peralatan listrik
A) Bor Tangan (Bor Portable) 8) Alat Ukur Listrik a) Multimeter/AVO Meter Meter Analog dan Digital b) Megger (Mega Ohm Meter) Megger digunakan untuk mengukur besarnya tahanan isolasi suatu peralatan listrik. Megger c) Earth Tester Earth tester adalah suatu alat listrik yang digunakan untuk mengukur besarnya hambatan bumi untuk keperluan pemasangan penangkal petir. Kuning Merah Hijau Earth tester EPC Earth tester Elektroda bumi 5 – 10 m 5 – 10 m Bahan/bahan untuk pemasangan penangkal petir
Kelasxi Alat Ukur Dan Teknik Pengukuran 2
Bahan-bahan yang digunakan dalam pemasangan penangkal petir untuk sistem individual maupun untuk beberapa sistem adalah: 1) Retainer/batang logam. Penangkal petir berbahan logam dapat dibuat dari bahan yang tidak dapat bengkok atau terbakar jika tersambar arus petir. Umumnya penangkal petir terbuat dari tembaga atau baja atau sejenisnya. Penangkal petir dari bahan logam sebaiknya dibuat meruncing pada bagian atas, sehingga jika tersambar arus petir di suatu titik, maka corona (percikan api) yang dihasilkan tidak menyebar kemana-mana, namun dengan meruncing pada bagian atasnya maka dipastikan percikan api akan keluar. dilempar/dinetralkan ke udara. Penangkal petir logam Ujung penangkal petir runcing dengan ujung yang runcing 2) Saluran atau penangkal petir Saluran untuk keluarnya arus petir biasanya menggunakan penghantar tembaga berbentuk bulat dengan luas penampang minimal 25 mm2 atau pelat penghantar. Saluran atau penghantar arus petir
3) Ketentuan penyambungan penghantar instalasi proteksi petir. Jika ada kebutuhan akan koneksi, misalnya; Karena keterbatasan produksi pada panjang konduktor, dll., sambungan harus menggunakan sambungan sekrup atau selongsong sambungan. Sambungan berulir untuk konduktor sistem datar (konduktor pelat) Sistem sambungan Sambungan konduktor sistem bulat (round konduktor) 4) Klem untuk penyangga konduktor Pemasangan konduktor pada dinding atau atap menggunakan klem yang ditinggikan. Jarak penjepit dengan penjepit maksimal 1 (satu) meter. Kawat konduktor harus cukup kencang. Ketinggian klem harus sama agar pemasangan terlihat rapi. Lekukan pemandu harus hati-hati agar tidak retak (tikungan tidak boleh terlalu tajam). Klem penyangga Klem penyangga besi
Klem penyangga papan c. Tata Cara dan Cara Pengecekan Alat Kerja, Bahan dan Perkakas Langkah-langkah Pengecekan Alat Kerja, Bahan dan Perkakas K3 : 1) Periksa seluruh perkakas tangan apakah masih dalam keadaan utuh dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Kegiatan inspeksi dan pemeliharaan meliputi: a) Pemeriksaan peralatan dan perlengkapan secara berkala sesuai peraturan pabrik, untuk memastikan kondisi kerja yang aman. b) Tandai perkakas dan perlengkapan yang rusak/aus dan keluarkan dari tempat kerja untuk diperbaiki atau diganti dan dilaporkan. c) Memelihara dan memelihara peralatan/peralatan sesuai jadwal pabrik untuk memastikan pengoperasian yang aman dan benar dalam batas tanggung jawab. d) Simpan peralatan dan perlengkapan di tempat yang telah ditentukan dan kelola sesuai dengan prosedur yang berlaku. 2) Periksa alat ukur
Cara mengukur grounding penangkal petir, ukuran grounding penangkal petir, cara pemasangan grounding penangkal petir, harga grounding penangkal petir, standar kedalaman grounding penangkal petir, cara pasang grounding penangkal petir, sistem grounding penangkal petir, standar grounding penangkal petir, grounding penangkal petir, pemasangan grounding penangkal petir, besi grounding penangkal petir, ukuran kabel grounding penangkal petir