Asuhan Keperawatan Pada Pasien Asma – A. Data biologis 1. Data biologis pasien a. Nama: N. ke b. Usia: 10 tahunc. DOB : Tenmagung, 08 Januari 2022 d. Jenis Kelamin: laki-laki Agama: Islam dan. Alamat : Kecamatan Ganjuran Glapansari. Status perkawinan: belum menikah h. Pekerjaan : Mahasiswa Tanggal Masuk : 8 November 2022 J. Nomor Registrasi : 0123xxx 2. Curriculum vitae penanggung jawab a. Nama : Smt. RB. Umur : 45 tahunc. Agama: Islam d. Alamat : Ganjuran Glapansari E. Pekerjaan : Ibu rumah tangga f. pusat. Dengan pasien : Smt
B. Riwayat kesehatan 1. Keluhan utama : sesak nafas 2. Alasan masuk pasien : Pasien mengatakan sesak nafas dan batuk berdahak.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Asma
Ketiga. Penilaian fungsional Gordon 1. Pola persepsi penatalaksanaan kesehatan Pasien dan keluarga menyatakan harus cepat sembuh dari penyakit yang dideritanya Keinginan pasien dan keluarga untuk sembuh 2. Pola nutrisi metabolik Sebelum sakit : pasien 3 menyuruh makan 1 porsi penuh 2 kali sehari Setelah sakit : pasien menyatakan Karena setelah sakit nafsu makan berkurang menjadi 2 kali sehari ¼ porsi karena pasien merasa mual saat makan 3. Cara eliminasi Sebelum sakit : Pasien menyatakan bahwa di rumah sakit pola buang air besar dan buang air kecil normal sebelum sakit. Rawat Inap Setelah sakit : Pasien mengatakan tidak buang air besar dan kecil secara normal setelah dirawat di rumah sakit. Penderita terkadang merasakan sesak napas, lemas dan nyeri ulu hati saat batuk.
Asuhan Keperawatan Individu Pasien Asma
Hemoglobin 11,5 g/dl 14- Hematokrit 39,0% 42- Leukosit 8,3 ribu/l 4,5- Eritrosit 4,79 juta/l 4,7-6, trombosit 214 ribu/l 150- MPV 11, 7 fD – 117, 7 fD-117, FD eritrosit indeks RDW-CV 14, 1 % 11, 5-14, MCV 80, 8 fL 80- KIA 28, 2 Pg 24- MCHC 34, 9 % 32 – Jumlah leukosit basofil 0,1 % 4% 4. – eosinofil 0% 1- limfosit 57,0% 22- neutrofil 16,7% 25- Rasio IT 0,
Lakukan : – Bunyi dengusan terdengar saat inspirasi saat bernapas. RR 26x/menit. – N sepertinya bernapas cepat tapi dangkal – N. L. tampak lemah dan khawatir
Diagnosa keperawatan 1. Pola pernafasan tidak efisien B Obstruksi pernafasan D Nafas tersengal (D) P : Pola pernafasan tidak efisien E : Obstruksi pernafasan S : Napas tersengal 2. Bersihan jalan nafas tidak efisien B Sekresi berlebihan pada saluran pernafasan D Batuk tidak efektif (D) P : Tidak efisien bersihan saluran pernafasan Tidak efisien : Sekresi berlebihan pada saluran pernafasan S : Batuk tidak efisien 3. Gangguan pertukaran gas pada ventilasi tidak seimbang perfusi kurang D Sesak nafas (D) P : Gangguan pertukaran gas E : Ventilasi tidak seimbang perfusi kurang. S: Sesak napas
Setelah dua jam perawatan, pola pernapasan yang tidak efisien membaik. dengan ukuran hasil: – Sesak napas cukup berkurang (4) – Penggunaan otot pernapasan tambahan yang adekuat
Askep Asma B
Observasi penatalaksanaan jalan nafas: – berguna dalam menilai derajat distres pernafasan dan/atau kronisitas proses penyakit – dengan derajat bronkospasme yang terjadi
Setelah melakukan tindakan keperawatan 2 kali dalam satu jam, bersihan jalan nafas meningkat. dengan pengukuran hasil: – batuk efektif membaik secara signifikan (4) – produksi dahak berkurang secara signifikan (4) – mengi berkurang secara signifikan (4) – sesak napas berkurang secara signifikan (4) – kegelisahan berkurang secara signifikan (4) – laju pernapasan meningkat secara signifikan (4 ) – pola pernapasan meningkat pesat (4)
Latihan batuk yang efektif Pengamatan: – Mengenali kemampuan batuk – Memantau retensi sputum – Memantau tanda dan gejala infeksi saluran pernafasan Terapi: – Menyesuaikan posisi half-Fowler atau Fowler – Mengeluarkan sekret pada tempat sputum Pengajaran: – Menjelaskan tujuan dan prosedur yang efektif. Batuk – mendorong relaksasi Tarik napas dalam-dalam melalui hidung selama 4 detik, tahan selama 2 detik, lalu buang napas melalui mulut dengan bibir mengerucut (membulatkan).
Latihan klem yang efektif Observasi : – Untuk mengetahui kemampuan pasien dalam batuk – Untuk mengetahui adanya retensi sputum – Untuk mengetahui tanda dan gejala infeksi saluran pernapasan Terapi : – Posisi setengah ayam akan memudahkan pasien dalam bernapas – Simak cara membuang dahak pada tempat yang tepat.
Rencana Asuhan Keperawatan Asma
1, 2, 3 – Monitor TTV S: – O: TTV Denyut nadi: 88x/mnt RR: 26x/mnt Suhu: 36ºC SpO2: 97%
Nadi : 90x/mnt RR : 23x/mnt Suhu : 36ºC SpO2 : 99% 08 1 – Berikan O2 melalui kanul hidung
1, 2, 3 Monitor TTV S: – O: TTV Denyut nadi: 88x/mnt RR: 23x/mnt Suhu: 36ºC SpO2: 98%
O : TTV – Nadi : 88x/menit – RR : 24x/menit – Suhu : 36ºC – SpO2 : 98% – Klien merasa tenang A : Bersihan jalan nafas tidak efektif belum teratasi P : Lanjutkan intervensi – Pantau TTV – Pantau batuk Efektif – pertahankan oksidasi dan kondisi setengah unggas. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya atas kehadiran-Nya sehingga laporan “Penanganan Keperawatan Pasien Asma Di Ruang Panggilan Dr. KANUDJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN Tahun 2017” dapat selesai tepat waktu.
Makalah Asma ( Kelompok 4)
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan laporan ini, baik yang terlibat langsung maupun tidak.
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih belum lengkap karena keterbatasan yang kami miliki. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat kami harapkan agar laporan ini lebih baik lagi.
A. Latar Belakang Asma merupakan masalah kesehatan global baik di negara maju maupun berkembang. Asma merupakan penyakit inflamasi kronik saluran pernafasan yang melibatkan berbagai sel imun terutama sel mast, eosinofil, limfosit T, makrofag, neutrofil dan sel epitel, serta respon saluran pernafasan terhadap berbagai rangsangan (hipersensitivitas pernafasan). Peradangan kronis ini akan menyebabkan penyempitan (obstruksi) saluran napas yang ireversibel, yang akan membaik secara spontan dengan atau tanpa pengobatan. Gejalanya mungkin termasuk batuk, sesak napas, dan mengi. Asma dapat bersifat ringan dan tidak mengganggu aktivitas, namun dapat menetap dan dapat mengganggu aktivitas dan aktivitas sehari-hari sehingga menurunkan kualitas hidup. Salah satu faktor pemicu terjadinya serangan asma adalah kondisi mental klien yang tidak stabil, termasuk rasa cemas. Hal ini sering diabaikan oleh klien sehingga frekuensi kekambuhan semakin sering dan kondisi klien semakin parah. Keadaan ini merupakan suatu mata rantai yang sulit ditentukan siapa penyebabnya dan siapa akibatnya. Kondisi kecemasan menyebabkan atau memperburuk serangan Serangan asma dapat menimbulkan kecemasan yang hebat pada penderita asma, meskipun kecemasan justru memperburuk kondisinya. Chris Sinclair, (1990).
Sangat penting untuk mengurangi tingkat kecemasan pada pasien asma selama dan setelah serangan. Karena seperti yang dijelaskan di atas, lingkaran sebab dan akibat kecemasan harus diputus. Artinya menghilangkan salah satu penyebab asma dan menghilangkan keadaan kecemasan akibat asma. Oleh karena itu, hal ini dapat mempersingkat durasi serangan dan mengurangi frekuensi kekambuhan.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Asma Dengan Ketidakefektifan Pola Nafas Di Ruang Bougenville Ii Rsud Ciamis
Sedangkan menurut GINA (Global Initiative for Asthma) 2006, asma didefinisikan sebagai suatu kelainan inflamasi kronis pada saluran pernafasan yang dimana banyak sel berperan. Peradangan kronis ini menyebabkan seringnya mengi, sesak napas, dada sesak, dan batuk, terutama pada malam atau dini hari. Gejala-gejala ini biasanya berhubungan dengan penyempitan saluran napas yang meluas namun bervariasi, biasanya dapat pulih secara spontan atau dengan pengobatan.
Di seluruh dunia, termasuk Inggris, sekitar 2,5 juta penderita asma bronkial memerlukan perawatan dan pemantauan rutin, 10% anak-anak dan 7% orang dewasa (Crockett A, 1997). Di Amerika Serikat, dengan perkiraan 9,5 juta orang menderita asma, 9 juta di Jerman, masalah pernapasan terkait kecemasan dilaporkan sebagai diagnosis yang paling umum didiagnosis (50% – 74%) (Carpenito, 2000: 128). Jumlah ini merupakan jumlah yang cukup besar sehingga memerlukan perhatian perawat dalam penanganan pasien asma dari sudut pandang biopsikososial dan spiritual yang komprehensif. Menurut sebuah penelitian di Jawa Timur
Beberapa perawat hendaknya dapat memberikan asuhan keperawatan secara langsung kepada individu dan keluarga penderita asma agar dapat meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan kemauannya dalam menjalankan 5 tugas kesehatan keluarga. Kelima tugas tersebut adalah, mengidentifikasi masalah asma, menentukan pengobatan terbaik, merawat pasien asma, mengubah lingkungan dan memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, dan klinik dokter.
B. Tujuan Tujuan penulisan laporan ini adalah sebagai berikut : 1. Tujuan umum untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai asuhan keperawatan di SMT. S penderita asma di ruang koordinasi RSUD. Dr.Kanudjoso Jativibovo Balikpapan 2. Tujuan khusus A. Mampu melakukan pengkajian secara komprehensif.. B. Mampu menganalisis masalah berdasarkan data yang diperoleh berdasarkan pengkajian C. Mampu merencanakan tindakan keperawatan secara komprehensif.
Studi Literatur Pengaruh Terapi Nebiliser Pada Pasien Asma
Ketiga. Metodologi Penulisan Penulis membagi penulisan keperawatan ini menjadi 5 bab, yang meliputi: Bab 1: Pendahuluan yang meliputi latar belakang, tujuan penulisan dan metodologi penulisan.
Mediastinum di antara paru-paru, yang memisahkan sepenuhnya salah satu sisi rongga dada dari tulang dada depan. Mediastinum berisi jantung dan pembuluh darah besar, trakea dan esofagus, rongga dada dan kelenjar timus. Paru-paru dibagi menjadi lobus. Paru-paru kiri terdiri dari dua lobus yang dipisahkan oleh belahan melintang. Lobus atas terletak di atas dan di depan lobus bawah yang berbentuk kerucut. Paru-paru kanan mempunyai tiga lobus. Lobus bawah dipisahkan oleh celah melintang
Contoh asuhan keperawatan pada pasien asma lengkap, asuhan keperawatan pada pasien ppok, asuhan keperawatan pada pasien gagal ginjal kronik, asuhan keperawatan pada pasien asma bronkial, asuhan keperawatan pada pasien kanker paru, asuhan keperawatan pasien katarak, asuhan keperawatan paliatif pada pasien gagal ginjal, asuhan keperawatan home care pada pasien stroke, asuhan keperawatan pada pasien hiv, asuhan keperawatan pada asma, asuhan keperawatan pada pasien, asuhan keperawatan pada pasien katarak